Lokadesa Supervisi Program Tani Tangguh Mandiri Berdaya di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Lokadesa Supervisi Program Tani Tangguh Mandiri Berdaya di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Lokadesa melakukan supervisi program pemberdayaan pada 24–27 Agustus 2026 dengan mengunjungi sejumlah wilayah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan program sekaligus mendengar kondisi penerima manfaat dan local heroes di lapangan.

Supervisi dilakukan di beberapa wilayah, yaitu Kendal, Wonogiri, Karanganyar, Magetan, dan Wonorejo. Kunjungan tersebut mencakup penerima program yang mengikuti program Tani Tangguh Mandiri Berdaya, dengan berbagai kegiatan mulai dari integrated farming system, kebun pangan, hingga peternakan.

Melalui kunjungan langsung, Lokadesa tidak hanya melihat aktivitas yang sedang berjalan, tetapi juga berdialog dengan penerima manfaat dan relawan mengenai proses yang telah dilalui. Setiap wilayah memiliki kondisi, potensi, dan tantangan yang berbeda sehingga pendampingan perlu terus disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Dalam proses supervisi, para penerima manfaat juga menyampaikan bahwa kehadiran program dan pendampingan yang diberikan selama ini dirasakan membantu dalam mengembangkan kegiatan yang mereka jalankan. Program tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk belajar dan mencoba mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Meski begitu, perjalanan setiap program tentu masih memiliki ruang untuk berkembang. Para penerima program berharap pendampingan yang telah berjalan dapat terus diperkuat sehingga kegiatan yang mereka jalankan dapat menjadi semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Bagi Lokadesa, masukan tersebut menjadi bagian penting dari proses supervisi. Sebab, perkembangan program tidak hanya dilihat dari apa yang sudah tercapai, tetapi juga dari apa yang masih dibutuhkan masyarakat untuk melangkah lebih jauh.

Supervisi menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi antara Lokadesa, local heroes, dan penerima program tetap terhubung. Dari lapangan, perkembangan program dapat dilihat secara lebih utuh, termasuk hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan diperkuat.

Bagi Lokadesa, pemberdayaan bukan proses yang selesai hanya karena sebuah kegiatan telah dilaksanakan. Pendampingan membutuhkan proses untuk melihat perkembangan, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan melakukan penyesuaian ketika menemukan tantangan baru.

Melalui supervisi ini, Lokadesa terus berupaya menjaga kualitas pendampingan Tani Tangguh Mandiri Berdaya, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan local heroes dan penerima program agar dapat terus tumbuh sesuai kebutuhan dan potensi masyarakat di setiap wilayah.