Harga Bawang Merah Turun Saat Panen? Ini Strategi Yang di lakukan Petani Agri Bestari di Probolinggo Agar Tetap Stabil
Probolinggo, Jawa Timur – Bagi petani bawang merah, panen seharusnya menjadi waktu untuk menikmati hasil kerja selama berbulan-bulan. Namun, bagaimana jika harga justru turun ketika panen tiba?
Situasi tersebut tengah dihadapi Kelompok Tani Agri Bestari di Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Di tengah meningkatnya pasokan bawang merah menjelang masa panen raya di berbagai daerah, kelompok tani binaan Lokadesa ini tetap melakukan panen sekaligus mulai menyiapkan strategi agar pendapatan petani tidak sepenuhnya bergantung pada harga bawang merah segar.
Panen dilakukan pada Ahad (2/8/2026) dari lahan seluas 2.000 meter persegi. Dengan penggunaan bibit sekitar 1,5 kuintal dan usia tanaman 71 hari, petani berhasil menghasilkan sekitar 1,9 ton bawang merah.

Harga Turun, Petani Tetap Harus Panen
Penurunan harga menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi petani ketika memasuki masa panen. Fasilitator Lokadesa sekaligus pendamping Program Tani Berdaya, Cung Pribadi, menjelaskan bahwa meningkatnya pasokan bawang merah dari berbagai daerah turut memberikan tekanan terhadap harga di tingkat petani.
Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp30.000–Rp35.000 per kilogram kini berada sekitar Rp18.000–Rp20.000 per kilogram.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hasil panen yang melimpah belum tentu langsung berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani.
“Petani tetap harus melakukan panen meskipun harga sedang turun. Karena itu, selain meningkatkan produktivitas, petani juga perlu mulai memikirkan strategi agar hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah,” ujar Cung.
Bagi petani, persoalannya bukan hanya bagaimana menghasilkan bawang merah lebih banyak, tetapi juga bagaimana mengelola hasil panen agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dari Menjual Hasil Panen ke Mengolah dan Menambah Nilai
Salah satu strategi yang mulai disiapkan Kelompok Tani Agri Bestari adalah mengembangkan subunit usaha di luar penjualan bawang merah segar.
Kelompok tersebut mulai mengembangkan usaha pembenihan dan produksi bawang goreng yang nantinya akan dikelola bersama oleh Kelompok Majelis Taklim Muslimat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil pertanian. Bawang merah yang sebelumnya berhenti pada tahap produksi dan penjualan segar, mulai diarahkan untuk memiliki bentuk produk lain yang dapat memberikan nilai tambah.
Dengan pengolahan menjadi bawang goreng, misalnya, kelompok tidak hanya bergantung pada harga bawang merah ketika panen raya. Sementara melalui pembenihan, kelompok juga memiliki peluang mengembangkan sumber pendapatan dari sektor usaha pertanian lainnya.
“Harapannya, ketika harga bawang merah segar turun, kelompok masih memiliki alternatif usaha melalui pembenihan dan produk olahan bawang goreng. Dengan begitu, petani tidak hanya bergantung pada harga jual saat panen raya,” tambah Cung.

Hilirisasi Bisa Jadi Strategi Menghadapi Fluktuasi Harga
Fluktuasi harga merupakan salah satu tantangan dalam usaha pertanian. Ketika pasokan meningkat, harga di tingkat petani dapat mengalami tekanan. Di sisi lain, petani tetap harus mengeluarkan biaya produksi dan melakukan panen pada waktu yang tepat.
Karena itu, penguatan usaha tani tidak cukup hanya dilakukan dari sisi budidaya. Petani juga perlu memiliki kemampuan untuk mengelola hasil produksi, mengembangkan produk olahan, serta membangun usaha bersama yang dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan.
Langkah yang dilakukan Kelompok Tani Agri Bestari menjadi salah satu contoh bahwa ketahanan ekonomi petani juga dapat dibangun dari kemampuan menciptakan nilai tambah setelah panen.
Melalui pendampingan Lokadesa dalam Program Tani Berdaya, Kelompok Tani Agri Bestari terus didorong untuk mengembangkan usaha pertanian secara lebih menyeluruh, mulai dari produksi, pembenihan hingga pengolahan hasil panen.
Bukan sekadar bagaimana petani bisa panen lebih banyak, tetapi juga bagaimana hasil panen dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih panjang bagi petani dan masyarakat sekitar.
