Bandung, 22 September 2026 — Sebanyak 500 pohon alpukat ditanam bersama di Seno Park, Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, dalam kegiatan NANDUR KAHADÉAN 2026 pada Selasa (22/9).
Mengusung tema “Menanam Kebaikan, Menjaga Leuweung, Menghidupkan Masa Depan”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata. Bukan sekadar menanam pohon, NANDUR KAHADÉAN membawa pesan bahwa menjaga alam membutuhkan proses yang panjang: menanam, merawat, dan memastikan apa yang ditanam hari ini dapat memberi manfaat di masa depan.
Kegiatan ini diinisiasi melalui kolaborasi Lokadesa, Relawan Nusantara, dan Kebaikan Indonesia, bersama Rumah Zakat, Masjid Nusantara, Rumah Wakaf, Sharing Happiness, Filantra, ACF Eduhub, Cita Sehat Foundation, Dinas Kehutanan, Pemerintah Kecamatan Cimenyan, serta berbagai pihak lainnya.
Menanam Pohon, Menjaga Leuweung
Bagi Lokadesa, lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Kondisi lingkungan yang terjaga turut menjadi bagian penting dalam membangun desa yang berkelanjutan, termasuk dalam menjaga ketersediaan pangan dan membuka peluang ekonomi masyarakat.

Karena itu, pemilihan alpukat dalam kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan penghijauan. Pohon yang ditanam diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan memberikan nilai ekonomi ketika tumbuh dan dikelola secara berkelanjutan.
Dari satu bibit yang ditanam, ada proses panjang yang harus dilakukan setelahnya. Pohon perlu dirawat, dipelihara, dan dijaga agar dapat tumbuh dengan baik.
Inilah mengapa NANDUR KAHADÉAN tidak berhenti pada kegiatan menanam.
Dari Cimenyan, Menanam Harapan untuk Masa Depan
Cimenyan menjadi tempat bertemunya berbagai pihak dalam satu langkah sederhana: menanam.
Dalam kegiatan ini, semangat gotong royong hadir melalui keterlibatan masyarakat, komunitas, lembaga sosial, hingga unsur pemerintah. Camat Cimenyan, Solihin, S.Sos., turut hadir bersama Muhamad Saladin, S.Hut., Kepala Bidang Pengelolaan Air dan Sungai, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

Kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu kelompok saja. Ada ruang bagi masyarakat, komunitas, lembaga sosial, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Sebab, satu pohon mungkin terlihat kecil ketika baru ditanam.
Namun ketika 500 pohon ditanam bersama, dirawat bersama, dan dijaga bersama, langkah kecil tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Menjaga Lingkungan, Memperkuat Pangan, Membuka Peluang
NANDUR KAHADÉAN 2026 juga membawa cara pandang bahwa keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Pohon yang tumbuh bukan hanya memiliki fungsi ekologis. Dalam jangka panjang, tanaman produktif juga dapat menjadi sumber pangan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik.
Semangat tersebut sejalan dengan peran Lokadesa yang selama ini bergerak dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program di bidang pangan, lingkungan, ekonomi, dan kemanusiaan.

Bagi Lokadesa, menjaga lingkungan berarti menjaga ruang hidup masyarakat hari ini sekaligus menyiapkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.
Karena itu, kegiatan seperti NANDUR KAHADÉAN menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang, perubahan dimulai dari satu bibit yang ditanam bersama.
Menanam Kebaikan Hari Ini untuk Masa Depan
Sebanyak 500 pohon alpukat telah ditanam. Namun perjalanan sebenarnya baru dimulai.
Ke depan, pohon-pohon tersebut membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat sebagaimana harapan yang ditanam bersamanya.
Dari Cimenyan, NANDUR KAHADÉAN 2026 membawa satu pesan sederhana:
Menanam kebaikan bukan tentang apa yang selesai dilakukan hari ini, tetapi tentang apa yang terus dirawat setelahnya.
Semoga 500 pohon alpukat yang ditanam dapat tumbuh subur, menjadi bagian dari leuweung yang lebih hijau, mendukung pangan yang lebih kuat, dan kelak memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena ketika kebaikan ditanam hari ini, kita sedang memberi ruang bagi kehidupan untuk tumbuh di masa depan.
