Bagaimana Cara Beternak Bebek Petelur untuk Pemula? Ini Kisah Pak Tolib yang Berhasil Hasilkan 40 Telur per Hari

Bagaimana cara beternak bebek petelur agar bisa menghasilkan dan menambah penghasilan keluarga? Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi masyarakat desa yang ingin memulai usaha dari sektor peternakan dengan modal terbatas.

Kisah Pak Tolib, warga Desa Angsana, Kabupaten Pandeglang, bisa menjadi salah satu gambaran nyata bahwa beternak bebek petelur bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga bisa menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan pangan keluarga.

Berawal dari kondisi ekonomi yang belum stabil, Pak Tolib kerap menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tinggal di wilayah pesisir dengan akses usaha yang terbatas membuat peluang untuk meningkatkan penghasilan tidak selalu mudah didapatkan.

Melalui program pemberdayaan peternak bebek petelur hasil kolaborasi Lokadesa dan Rumah Zakat, Pak Tolib mendapatkan bantuan berupa 50 ekor bebek petelur. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan pendampingan intensif yang mencakup pelatihan pakan, manajemen kandang, hingga monitoring rutin.

Pendampingan inilah yang menjadi kunci. Dengan pemahaman yang tepat dan proses yang konsisten, usaha ternak yang dijalankan Pak Tolib mulai berkembang.

Saat ini, dari 50 ekor bebek yang dipelihara, Pak Tolib mampu menghasilkan sekitar 40 butir telur setiap hari. Dengan harga jual rata-rata Rp2.000 per butir, ia bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp80.000 per hari atau sekitar Rp2.400.000 per bulan jika produksi stabil.

Hasil ini tidak hanya berdampak pada peningkatan penghasilan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan harian, termasuk pendidikan anak. Selain itu, telur yang dihasilkan juga menjadi sumber protein yang mudah diakses, sehingga turut memperkuat kemandirian pangan keluarga.

Kisah ini menunjukkan bahwa beternak bebek petelur bisa menjadi salah satu solusi usaha produktif di desa, terutama jika didukung dengan pendampingan yang tepat. Program kolaborasi Rumah Zakat dan Lokadesa hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat mampu berkembang secara berkelanjutan.

Namun, kisah Pak Tolib baru satu dari banyak potensi yang ada. Di berbagai daerah, masih banyak petani dan peternak yang membutuhkan akses, pendampingan, dan kesempatan untuk memulai.

Melalui semangat #SalingJagaPangan, Lokadesa terus mendorong terciptanya lebih banyak keluarga mandiri, baik secara ekonomi maupun dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.