Bantu Korban Gempa NTT , Lokadesa Salurkan 50 Paket Pangan untuk Warga Terdampak

Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT termasuk Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA. Berdasarkan pemutakhiran BNPB per 19 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, bencana tersebut telah menyebabkan 71 orang meninggal dunia dan 59.647 jiwa mengungsi di sejumlah wilayah terdampak. Aktivitas gempa susulan juga masih terjadi, dengan BNPB mencatat 3.002 gempa susulan hingga 19 Agustus, meski trennya mulai menurun. Di sisi lain, penanganan darurat terus diperkuat dengan 398 ton bantuan yang telah terkirim pada periode 15–18 Agustus, disusul distribusi tambahan 198 ton bantuan pada 19 Agustus melalui jalur udara. Data tersebut menunjukkan bahwa meski guncangan utama telah berlalu, kebutuhan masyarakat terdampak masih terus berlangsung.

Di tengah kondisi tersebut, Lokadesa menyalurkan 50 paket pangan kepada warga terdampak gempa di Mbay, Nagekeo. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga penerima sekaligus meringankan beban masyarakat yang sedang melalui masa pemulihan.

Bagi warga terdampak bencana, pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus terus dipenuhi. Setelah menghadapi kerusakan, kehilangan, dan perubahan kondisi kehidupan sehari-hari, memastikan keluarga tetap mendapatkan makanan menjadi bagian penting dalam proses bertahan dan bangkit.

Karena itu, bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi dukungan dalam bentuk paket pangan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.Karena itu, bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi dukungan dalam bentuk paket pangan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat menjadi penguat bagi masyarakat Mbay. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dan dimudahkan dalam proses pemulihan.”

Kepedulian untuk Pemulihan Pascagempa

Pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak. Masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan pada masa darurat, tetapi juga dukungan untuk dapat kembali memenuhi kebutuhan dasar dan menata kehidupan mereka secara perlahan.

Melalui penyaluran bantuan pangan ini, Lokadesa berharap dapat ikut mengambil bagian dalam proses tersebut. Sebanyak 50 paket pangan yang disalurkan menjadi langkah kecil untuk membantu warga terdampak sekaligus menguatkan semangat gotong royong di tengah situasi bencana.

Lokadesa percaya bahwa ketika banyak pihak bergerak bersama, beban masyarakat terdampak dapat terasa lebih ringan. Semangat ini juga menjadi bagian dari gerakan #SalingJagaPangan, untuk memastikan kepedulian terhadap kebutuhan pangan tetap hadir, termasuk bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Sebab, ketika gempa berhenti mengguncang, perjuangan masyarakat untuk bertahan dan pulih masih terus berjalan.