September 2026 — Musim kemarau dengan kondisi yang relatif kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mencatat sekitar 81 persen Zona Musim telah memasuki musim kemarau pada awal September 2026. Kondisi atmosfer yang kering dan minimnya curah hujan turut membuat potensi karhutla tetap perlu diwaspadai.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak, karhutla dapat mengganggu kualitas udara, kesehatan, mobilitas, hingga aktivitas sehari-hari dan ekonomi.
Di Kalimantan Barat, misalnya, BNPB melaporkan kualitas udara di sejumlah wilayah sempat berada pada kategori berbahaya dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer. Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Puluhan Ribu Hektare Lahan Terbakar
Besarnya dampak karhutla juga terlihat dari luas lahan yang terdampak.
Per 7 September 2026, BNPB mencatat sekitar 72.008 hektare lahan terbakar di enam provinsi prioritas penanganan karhutla, termasuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
Di Kalimantan Selatan, pemantauan SiPongi per 9 September mencatat akumulasi luas lahan terbakar mencapai 8.019,63 hektare. Sementara di Kalimantan Barat, BNPB mencatat sekitar 122,9 hektare lahan terbakar hingga 16 September 2026.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tetap harus menjalankan aktivitas sehari-hari dan memenuhi kebutuhan dasar. Bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di luar rumah, terganggunya mobilitas dan kondisi udara juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi.
Lokadesa Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla

Melihat kondisi tersebut, Lokadesa menyalurkan bantuan bagi warga terdampak karhutla di Desa Kasiau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, dan Desa Limbung, Kalimantan Barat.
Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan pangan, masker, dan hygiene kit.
Bantuan pangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga. Sementara masker dan hygiene kit menjadi bagian dari dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang terdampak karhutla.
Bagi Lokadesa, bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi tentang bagaimana kebutuhan masyarakat tetap dijaga ketika mereka sedang menghadapi situasi sulit.
Jaga Sesama Lewat Pangan

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari semangat #SalingJagaPangan yang terus dibawa Lokadesa.
Pangan tidak hanya menjadi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi salah satu cara untuk hadir dan saling menguatkan dalam situasi darurat.
Lokadesa berharap bantuan yang telah disalurkan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga terdampak karhutla di Desa Kasiau dan Desa Limbung.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menitipkan dan memberikan bantuannya melalui Lokadesa. Setiap dukungan menjadi bagian dari kebaikan bersama yang diharapkan dapat terus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Semoga warga terdampak diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan dalam melewati kondisi ini.
