Lokadesa Salurkan Bantuan Pangan untuk Penyintas Gempa NTT, Sekaligus Dukung Petani dan Pedagang Lokal
Manggarai Timur, NTT – Sebulan setelah gempa mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), proses pemulihan bagi masyarakat terdampak masih terus berlangsung. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan pangan bagi penyintas bencana masih menjadi perhatian.
Lokadesa kembali menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak gempa NTT pada Minggu (13/09/2026). Bantuan disalurkan ke dapur umum di wilayah Nanga Mbaur, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat selama masa pemulihan.

Menariknya, bahan pangan yang disalurkan tidak didatangkan dari luar daerah. Lokadesa memilih untuk membeli kebutuhan pangan tersebut secara langsung dari petani dan pedagang kecil di wilayah Pota.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya agar bantuan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan penyintas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat lokal yang menggantungkan penghidupannya dari sektor pertanian dan perdagangan.
Membantu Penyintas, Menguatkan Ekonomi Lokal
Bagi masyarakat yang terdampak bencana, bantuan pangan menjadi salah satu kebutuhan penting, terutama ketika aktivitas dan sumber penghidupan belum sepenuhnya kembali normal.
Namun di sisi lain, petani dan pedagang kecil di sekitar wilayah terdampak juga menghadapi situasi yang tidak mudah. Kondisi pascabencana dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Karena itu, membeli bahan pangan langsung dari petani dan pedagang lokal menjadi salah satu cara untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Pangan yang dibutuhkan masyarakat tetap tersalurkan, sementara hasil pertanian dan dagangan masyarakat lokal tetap memiliki nilai ekonomi.
“Bantuan pangan tidak harus selalu datang dari luar daerah. Ketika memungkinkan, pangan bisa dibeli dari masyarakat lokal agar manfaatnya berputar kembali di wilayah yang sedang berjuang untuk pulih,” menjadi semangat dalam penyaluran bantuan ini.
Bantuan tersebut kemudian disalurkan melalui relawan lokal untuk diteruskan ke dapur umum di Nanga Mbaur. Keterlibatan relawan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Satu Bulan Pascagempa, Pemulihan Masih Berjalan
Satu bulan pascagempa bukan berarti seluruh kondisi telah kembali seperti semula. Masyarakat masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus kembali membangun kehidupan dan penghidupannya.

Respons kemanusiaan karena itu tidak hanya penting pada masa darurat, tetapi juga perlu terus hadir selama proses pemulihan berlangsung.
Masyarakat penerima bantuan menyambut baik penyaluran pangan tersebut. Bantuan yang diterima menjadi dukungan bagi kebutuhan dapur umum sekaligus memberi rasa bahwa mereka tidak menghadapi masa pemulihan ini sendirian.
Lokadesa berharap dukungan bagi masyarakat NTT dapat terus berlanjut hingga kondisi semakin pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan lebih baik.
Terus Menjaga Pangan, Menjaga Sesama
Sebagai lembaga yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pertanian, pangan, dan penguatan masyarakat desa, Lokadesa memandang pemenuhan pangan dan pemulihan penghidupan sebagai dua hal yang saling berkaitan.
Bantuan pangan dalam situasi bencana menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat #SalingJagaPangan—memastikan pangan tetap hadir bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menjaga agar masyarakat yang berada di rantai pangan tetap mendapatkan manfaat.

Dari petani yang menghasilkan pangan, pedagang yang menjualnya, relawan yang mengantarkan, hingga masyarakat yang menerimanya, setiap bagian memiliki peran dalam menjaga satu sama lain.
Lokadesa akan terus berupaya hadir bersama masyarakat terdampak dan mendukung proses pemulihan agar semakin banyak keluarga dapat kembali memenuhi kebutuhan pangan dan membangun penghidupan secara mandiri.
Karena pemulihan bukan hanya tentang kembali pulih, tetapi juga tentang memastikan tidak ada yang berjalan sendirian.
